Kapan kompetisi panahan resmi dilakukan pertama kali ?

kompetisi panahan dalam ruagan

 

Kompetisi panahan resmi dilakukan pertama kali pada tahun 1844 di Inggris di bawah naungan GNAS (Grand National Archery Society) (Harsono, 2004: 1). Kurang dari satu abad kemudian pada tahun 1931 dibentuklah
organisasi panahan sedunia yang dinamakan Federation Internationale de Tir A Larc (FITA). Tujuan organisasi ini ialah mengembangkan olahraga panahan keseluruh dunia, menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan dunia dan regional, dan mendata rekor-rekor dunia maupun regional (Harsono, 2004: 1)

Olahraga panahan sudah ada sejak panah dan busur mulai dipakai dalam peradaban manusia sejak “era mesolitik” atau kira-kira antara 5000-7000 tahun silam, sedang pendapat lain percaya bahwa panahan lebih awal dari masa itu, yaitu dalam “era paleolitik” antara 10.000-15.000 tahun yang lalu. Dari catatan sejarah dapat dicatat bahwa baru pada tahun 1676, atas prakarsa Raja Charles II dari Inggris, panahan mulai dipandang sebagai suatu cabang olahraga. Kemudian banyak negara-negara lain yang juga menganggap panahan sebagai olahraga dan bukan lagi sebagai senjata untuk berperang.

Panahan awalnya memang terbilang olahraga yang langka, akan tetapi sekarang sudah mulai banyak sekali yang mengikuti olahraga panahan semenjak prestasinya yang terus meningkat. Nomor-nomor olahraga panahan
yang ada di Indonesia adalah divisi recurve, divisi compound, divisi nasional, dan divisi tradisional. Dari 4 nomor/divisi yang ada di atas divisi recurve dan compound adalah divisi yang di akui FITA (Federation Internationale de Tir A Larc) dan merupakan divisi yang diperlombakan sampai tingkat dunia, untuk divisi nasional dan tradisional hanya di akui PERPANI (Persatuan Panahan Indonesia) dan kejuaraan tertinggi yang dapat di ikuti adalah PON (Pekan Olahraga Nasional). Jarak yang diperlombakan di olahraga panahan adalah :
a. Divisi Recurve dan Compound putra
 90 meter, 70 meter, 50 meter, dan 30 meter
b. Divisi Recurve dan Compound putri
 70 meter, 60 meter, 50 meter, dan 30 meter
c. Divisi Nasional dan Tradisional putra
 50 meter, 40 meter, dan 30 meter
d. Divisi Nasional dan Tradisional putri
 50 meter, 40 meter, dan 30 meter

Jarak dari divisi-divisi di atas dapat di ubah menyesuaikan tuan rumah penyelenggara perlombaan yang menyelenggarakan perlombaan akan tetapi apabila event resmi seperti porprov, kejurda, PON, dan lainlain jarak yang diperlombakan harus sesuai rule/peraturan yang ada serta diakui oleh PERPANI dan FITA.

oleh  Riko Adi Baskoro  dari tugas akhir skripsi UNY