Kapan panahan ada di Indonesia

Perkembangan Panahan di Indonesia sama halnya dengan sejarah panahan di dunia, tidak ditemukan catatan sejarah yang bisa di percaya yang dapat memastikan sejak kapan manusia di Indonesia menggunakan panahan. Tetapi apabila kita memperhatikan cerita-cerita wayang purwa misalnya, jelas bahwa sejarah panahan di Indonesia pun telah cukup panjang. Tokoh-tokoh pemanah seperti Arjuna, Sumantri, Ekalaya, Dipati Karno, Srikandi dalam cerita mahabharata banyak di ceritakan sejak dulu. Artinya masyarakat Indonesia melalui sejarah pewayangan dan budaya sejak masa dahulu sudah mengenal senjata Panahan.

Kapan panahan ada di Indonesia
Ilustrasi tokoh mitologi Hindu, Arjuna. Sumber : id.wikipedia.org

Arjuna adalah tokoh mitologi Hindu, jadi semua yang beragama hindu sejak dahulu kala mengenal sosok arjuna lewat cerita dan kitab panutannya. Agama Hindu di Indonesia diperkirakan masuk pada awal tahun masehi, atau abad 1. Bisa di baca di sejarah nusantara pada era kerajaan hindu budha. artinya, diperkirakan masyarakat Indonesia mengenal panahan sejak abad pertama.

Panahan di Indonesia yang kita kenal adalah jemparingan, dan kita mengenal jemparingan adalah dari sejarah kerajaan Mataram kuno yang juga disebut kerajaan Medang, lalu kemudian menjadi kesultanan mataram. Bumi mataram kuno adalah Yogyakarta dan sekitarnya, pada masa ke-emasan kesultanan mataram, mataram pernah menyatukan tanah jawa dan sekitarnya termasuk madura.

Karena tidak ditemukan catatan sejarah awal mula panahan di Indonesia, maka mari kita ulik beberapa fakta yang kita temukan tentang bagaimana panahan di Indonesia berkembang. Salah satu yang menarik adalah awal mula dibentuknya PERPANI atau Persatuan Panahan Indonesia yang ternyata di bentuk atau di dirikan oleh Sri Paku Alam III di Yogyakarta.

K.G.P.A.A PAKU ALAM VIII DALAM PERSATUAN PANAHAN SELURUH INDONESIA (PERPANI) TAHUN 1953-1977

Paku Alam VIII
Portrait of Paku Alam VIII (10 April 1910 – 11 September 1998) source : id.wikipedia.org

Indonesia mulai berpartisipasi dan mengambil peranannya dalam pergaulan dunia melalui olahraga. Olahraga sebagai character building menjadi hal yang digalakan pemerintah untuk membangun karakter bangsa. Sri Paku Alam VIII yang merupakan wakil kepala Daerah Yogyakarta mendampingi Hamengku Buwono IX. Sebagai seorang kepala kadipaten Pakualaman Paku Alam VIII tertarik dengan olahraga khususnya panahan, kemudian beliau mendirikan Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani).

Sejarah singkat Sri Paku Alam III

  • Sri Paku Alam VIII lahir di lingkungan puro Pakualaman, dan naik tahta menggantikan ayahnya Paku Alam VII, ia memiliki peranan sebagai tokoh olahraga panahan
  • Ketertarikan Sri Paku Alam VIII pada panahan bermula dari hobinya bermain panahan tradisional Jemparingan gaya Mataraman bersama kerabat dan abdi dalem. Dorongan untuk berolahraga juga datang dari ibunya Retno Puwoso dan kakeknya Paku Buwono X.
  • Pada tahun 1953 Paku Alam VIII mendirikan Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) bagi panahan Nasional dan Mardisoro untuk melestarikan panahan tradisional. Upaya Paku Alam VIII untuk mengembangkan Perpani yaitu memperjuangkan olahraga panahan menjadi pertandingan yang diperlombakan resmi dalam PON, mendaftarkan Perpani sebagai anggota persatuan panahan Internasional FITA, dan mengembangkan
    olahraga panahan di kalangan masyarakat.

Informasi ini di ambil dari beberapa sumber, termasuk tesis dari Aulia Rahman, “Olahraga Dan Identitas Nasional: Pencak Silat Di Indonesia Tahun 1950-1970”, Tesis, Yogyakarta: UGM, 2002.