Tips memperbaiki hubungan orang tua dan anak yang malas

anak yang malasPernahkah anda merasa resah ketika melihat sang buah hati lebih banyak menghabiskan waktu di depan kamera dan dikamar saja ?

Pernahkah anda melihat anak-anak disekitar anda ketika berkumpul dengan sebayanya hanya melihat handphone masing-masing dan hanya membahas masalah game, dan tidak jarang mengucapkan kata-kata yang terlalu dewasa untuk anak seumuran mereka ?

Jika iya, dan anak anda termasuk, maka sebaiknya anda mulai khawatir akan sikapnya itu. Biasanya anak ana yang sudah kecanduan gadget seperti itu membuat sang anak malas untuk melakukan aktifitasa lain seperti membaca, sekolah, dan ketika di mintai tolong oleh orang tua mereka akan malas melakukannya.

Jika anak sudah mulai tidak mau mendengar ketika di panggil, maka sebaiknya orang tua mulai rubah pola didiknya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk merubah sikap anak yang mulai malas dari situs quick and dirty tips

1. Jangan membentak
2. Jangan mudah memberi anak, beri dia tantangan
3. Jadilah contoh kebaikan
4. Beri dia angan dan harapan
5. Libatkan di beberapa kegiatan, seperti di dapur
6. Latih anak kebiasaan memberi dan menjadi sukarelawan
7. Ajak anak menikmati alam sekitar

PENJELASAN

Tips #1 Jangan membentak

Tidak bisa di salahkan sepenuhnya memang, ketika melihat anak sangaat bandel dan tidak bisa di ajak bicara maka kita sebagai orang tua akan marah dan terkadang hilang kendali dengan membentaknya. Seketika anak akan terdiam takut, atau lari dan menangis di kamar. dan kita sebagai orang tua akan menyesalinya. Hal ini umum terjadi pada kebanyakan orang tua.

Perlu di ketahui bahwa membentak anak adalah kesalahan, yang di cari adalah komunikasi dan penjelasan supaya anak mengerti maksud orang tua, bukan mengekangnya dan memarahinya. Hal negatif yang lebih berbahaya adalah ternyata anak bisa memiliki dampak yang buruk dalam psikologi jangka panjangnya. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang pada masa kecil dibentak oleh orang tua lebih beresiko mengalami gangguan perilaku dan depresi. anak juga akan tumbuh menjadi orang yang lebih agresif secara fisik maupun verbalnya. mereka akan meniru sikap membentak dan marah untuk menyelesaikan masalah. dan jika bentakan orang tua bersifat menghina pribadi anak, maka sang anak akan kehilangan kepercayaan diri.

Solusi ketika terlanjur keceplosan membentak

Minta maaf langsung kepada sang anak, jangan membahas permasalahan pada saat itu juga, dan tunjukkan kasih sayang yang tinggi kepada sang anak.

Tips #2 Jangan mudah memberi anak, beri dia tantangan

Kebanyakan orang tua, dengan alasan karena sangat menyayangi sang anak, maka apa yang diminta sang anak selalu diberinya. Bahkan barang berbahaya seperti gadget diberikan kepada anak dibawah umur dengan koneksi internet unlimited.

sebaiknya ketika anak meminta sesuatu, orang tua menjadi filter apakah barang yang di minta itu bagus untuk sang anak dari segi apapaun di nilai.

dan jika barang itu bagus untuk sang anak, maka jangan langsung memberinya, beri dia tantangan seperti harus sholah tepat waktu selama satu minggu, mendapat nilai A pada pelajaran tertentu, atau mendapat peringkat 10 besar di sekolah.

Tips #3 Jadilah contoh kebaikan

Hal penting selanjutnya adalah dari sisi orang tua, akan percuma orang tua banyak menyuruh anak menjadi baik apabila sang orang tua tidak mampu menjadi profil contoh kebaikan bagi sang anak, misal orang tua menyuruh anak sholat tetapi orang tua malah menonton televisi karena kebetulan acara kesukaan orang tua.

Orang tua harus mampu memberi contoh kebaikna, menyuruh anak dan mengajak anak itu efeknya akan sangat berbeda.

Tips #4 Beri dia angan dan harapan

Berbicara kepada anak penting sekali, membacakan cerita sejarah dan donengan ringan kepada anak adalah cara yang ampuh untuk merangsang imajinasi anak. Hal ini juga membuat hubungan anak dan orang tua akan baik. Berbeda jika anak hanya diberi mainan dan dibiarkan begitu saja, sementara orang tua sibuk sendiri, maka ketika anak diajak bicara biasanya akan susah.

Sering-seringlah mengajak anak berbicara, memberi angan-angan atau impian dengan membacakan dongeng yang bersumber dari fakta sejarah, seperti kisah perjuangan para Nabi, dan kisah-kisah fakta islami yang lainnya. supaya anak mempunyai gambaran yang lebih baik tentang tujuan hidupnya.

Tips #5 Libatkan di beberapa kegiatan orang tua, seperti kegiatan di dapur

Jangan benar-benar membiarkan anak bermain sendiri, membiarkan anak yang penting senang dan memberikan semua kebutuhannya adalah cara yang tidak tepat. orang tua perlu mengajak anak untuk melatih bersosialnya seperti bersama-sama melakukan kegiatan dirumah, di dapur misalnya. Pada saat sang ibu memasak, ajak anak untuk ikut memilih bumbu masak, dan memotong beberapa sayur. serta membantu orang tua menyiapkan beberapa bahan masakan.

Dengan demikian, kebanyakan anak-anak akan lebih menghargai makanan dan tidak banyak membuang makanan. AnakĀ  juga akan lebih belajar menghargai proses.

Tips #6 Latih anak dengan kebiasaan memberi dan menjadi relawan

Sering-seringlah mengajak anak ketempat dimana dia melihat kenyataan di luaran sana banyak orang yang membutuhkan bantuan. Anak yang hatinya masih bersih akan menyimpan didalam hatinya bahwa dia suatu saat harus menjadi orang yang bisa membantu orang lain. Yang paling mudah dilakukan adalah mengajaknya ke panti asuhan.

Namun menurut kami, dengan orang tua mengikuti kegiatan sosial, dengan mengajak anak membagikan sembako kepada orang miskin, kegiatan menanam pohon, adalah yang paling efektif dalam menanamkan memori pelajaran yang baik kepada sang anak.

Tips #7 Ajak anak menikmati alam sekitar

Hal terakhir yang kami tuliskan adalah tentang refreshing orang tua dan mengajak anak menikmati alam sekitar. sering-seringlah mengajak keluarga camping, ketempat wisata keluarga, bermain panahan anak, dan lain-lain.

Hal ini akan membuat ikatan kekeluargaan dan hubungan antara orang tua dan anak lebih baik.

 

Itulah beberapa tips yang bisa kami tuliskan tentang tips bagaimana memperbaiki sikap anak yag malas karena beberapa hal termasuk malas karena gadget, masalah utamanya adalah hubungan antara orang tua dengan anak, jika hubungan antara orang tua dengan anak sudah baik, maka selanjutnya orang tua akan lebih mudah memberikan arahan kepada anak supaya lebih produktif dan tidak bermalas-malasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.